09 February 2013

Aku Seorang Pengemis


" Jum p lunch "
" Where? "
" How about kfc? "
" ok."

Aku dan ayah melangkah ke kfc dengan di sambut mesra oleh pekerja di sana. Selesai pesan makanan, kami duduk di sudut restoran itu dan bersebelahan kami adalah seorang pakcik tua, berkemeja hitam di satukan dengan seluar panjang, berselipar jepun. 

" jam 1 suda kan pakcik? " kata orang tua itu kepada ayahku sambil melihat jam. Ayah cuma mengangguk kepala. Terlintas di fikiranku, siapa pakcik tua tu? Duduk di restoran tapi sedikit makanan pun tiada di hadapannya. Dia hanya duduk melihat kesibukkan orang di sekelilingnya.

"siapa tu dady?"
"orang gila kali. Just ignore him."

Kami menikmati snack plate dan beberapa jenis makanan yang dipesan tapi saya masih dalam keraguan mengenai orang tua tersebut. Betulkah dia orang yang kurang waras ataupun seorang pengemis? Tiba-tiba, seorang pemuda memanggilnya dan memberi dia sekeping duit kertas berwarna hijau. Dengan senyuman yang terukir di wajah orang tua itu, dia menyalam pemuda tersebut tanda terima kasih. Terdetik di hati, kasihan sungguh orang tua itu.

Mungkin sudah jadi sifatku yang sensitif, senang terluka dan senang bersedih. Lalu ku minta izin dengan ayah untuk memberi orang tua itu lebihan makanan kami yang belum disentuh dan ayah pun mengangguk tanda setuju.

Selesai makan, saya memberi makanan tersebut kepada dia dan terus berlalu dari restoran itu. Dalam hati terlintas bermacam-macam soalan.

Mana isteri dia?
Mana anak-anak dia?
Badan sihat walafiat kenapa tidak kerja?
Kenapa perlu mengemis?
Kenapa perlu mohon simpati orang ramai jika masih boleh berdiri di kaki sendiri?


- The End -


No comments:

Post a Comment